Kurikulum Prototipe 2022

Kurikulum Prototipe 2022 (Kurikulum Prototype 2022) merupakan modelkurikulum yg dilaksanakan dalam Program Sekolah Penggerak mengacu kepada profil pelajar Pancasila pada rangka penguatan kompetensi dan karakter peserta didik sebagai galat satu komponen penting dalam aplikasi pembelajaran. Profil pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajarsepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sinkron nilai-nilai Pancasila, dengan enam karakteristik utama, yaitu beriman, bertakwa pada Tuhan YangMaha Esa, & berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri,bernalar kritis, & kreatif.

Kerangka dasar kurikulummerupakan landasan primer dalam pengembangan struktur kurikulum yang menjadiacuan pembelajaran. Kerangka dasar kurikulum mengarahkan kompetensi yg perludikuasai peserta didik, karakter yg perlu dibangun dan dikembangkan, dan materipelajaran yang perlu dipelajari siswa. Kerangka dasar kurikulum pula mengaturprinsip-prinsip yang perlu sebagai acuan pengajar waktu merancang pembelajaran danasesmen. Kerangka dasar KurikulumPrototype 2022 (Kurikulum Prototipe 2022) terdiri dari: struktur kurikulum; capaian pembelajaran (CP); & prinsip pembelajaran & asesmen.

Dalam implementasi Kurikulum Prototipe 2022 (KurikulumPrototype 2022), pemerintah menyediakan banyak sekali contoh kurikulum operasional & perangkat ajar buat membantu sekolah & pengajar. Contoh kurikulum operasional & perangkat ajar digunakan menjadi surat keterangan untuk menginspirasi sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum operasional & perangkat ajar secara berdikari yang kontekstual serta sesuai dengan ciri satuan pendidikan dan peserta didik. Contoh kurikulum operasional dan perangkat ajartersebut bukan merupakan kewajiban bagi sekolah & pengajar buat menggunakannya.

Struktur kurikulum dalam Kurikulum Prototype 2022 (KurikulumPrototipe 2022) adalah pengorganisasian atas capaian pembelajaran,muatan pembelajaran, dan beban belajar. Pemerintah mengatur muatan pembelajaranwajib beserta beban belajarnya. Satuan pendidikan dan/atau pemerintah daerahdapat menambahkan muatan tambahan sesuai kebutuhan dan karakteristik satuanpendidikan dan/atau daerah. Pembelajaran dengan contoh Kurikulum Prototype 2022 (Kurikulum Prototipe 2022) dibagi menjadi2 :

  1. Aktivitas primer, yaitu: pembelajaran reguler atau rutin yg merupakankegiatan intrakurikuler;
  2. Projek penguatan profil pelajar Pancasila.
See also  OSIS MTsN 3 Lebak Galang Dana Korban Bencara Gempa Bumi Banten.

Kegiatan pembelajaranreguler buat setiap mata pelajaran mengarah dalam CP & profil pelajarPancasila. Pembelajaran berbasis projek pada projek penguatan profil pelajarPancasila diselenggarakan buat menguatkan upaya pencapaian profil pelajarPancasila. Projek buat menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila diatur sebagaiberikut: 1) dikembangkan menurut tema eksklusif yg ditetapkan oleh Pemerintah;dua) nir diarahkan buat mencapai target CP tertentu, sehingga tidak terikatpada konten mata pelajaran; tiga) adalah kegiatan pembelajaran yang lebihfleksibel, nir terpaku pada jadwal belajar misalnya aktivitas reguler, sertalebih banyak melibatkan lingkungan & wargalebih kurang dibandingkanpembelajaran reguler; & 4) siswa berperan besardalam menentukanstrategi & kegiatan projeknya, sementara guru atau pendidik PAUD berperan sebagaifasilitator.

Kemendikbudristek mengaturbeban belajar buat setiap muatan atau mata pelajaran pada Jam Pelajaran (JP)per-tahun. Oleh karena itu, satuan pendidikan bisa mengatur pembelajaransecara fleksibel pada mana alokasi waktu setiap minggunya tidak selalu sama dalam1 (satu) tahun. Sebagai contoh, satuan pendidikan bisa mengajarkan mata pelajaransecara intensif dalam kurun saat 1 (satu) semester buat memenuhi kebutuhanpeserta didik untuk melakukan pameran unjuk kerjanya di akhir semester pertama.

 Oleh karena itu, alokasiwaktu yang ditargetkan buat 1 (satu) tahun bisa dicapai dalam kurun waktu 1(satu) semester. Dengan demikian, satuan pendidikan dapat meniadakan matapelajaran tadi dalam semester berikutnya karena JP yg harus dipenuhi dalamkurun ketika 1 (satu) tahun sudah dicapai pada waktu 1 (satu) semester.Pengaturan beban belajar seperti ini dilakukan agar pembelajaran lebih bermaknakarena peserta didik memiliki saat belajar yg lebih efektif & bisa fokuspada kompetensi yang ingin dicapai tanpa membebaninya dengan muatan yangterlalu padat. Namun demikian, alokasi JP intrakurikuler per-minggu tetapdisampaikan untuk membantu guru pada merancang kurikulum & pembelajaran.

Pemerintah pula mengaturproporsi beban belajar buat setiap muatan atau mata pelajaran. Proporsi bebanbelajar diatur buat pembelajaran intrakurikuler & projek penguatan profilpelajar Pancasila. Alokasi saat buat kegiatan projek yg diarahkan untukpenguatan pencapaian profil pelajar Pancasila digunakan secara lebih fleksibel dibandingkanpembelajaran intrakurikuler lantaran projek penguatan profil pelajar Pancasilabukan suatu kegiatan rutin per- minggu. Satuan pendidikan &/atau pemerintahdaerah yang menambahkan muatan tambahan sesuai kebutuhan dan karakteristiksatuan pendidikan &/atau daerah, secara fleksibel bisa mengelola kurikulummuatan lokal. Pembelajaran muatan lokal dapat dilakukan melalui tiga (tiga) pilihan menjadi berikut.

  • Mengintegrasikan muatan lokal ke dalam mata pelajaran lain.
See also  Pemilihan Ketua OSIS di MTsN 3 Lebak dilaksanakan secara Demokrasi

Satuanpendidikan &/atau pemerintah daerah bisa menentukan capaian pembelajaranuntuk muatan lokal, kemudian memetakannya ke dalam mata pelajaran lain. Sebagaicontoh, mengenai batik diintegrasikan pada mata pelajaran Seni Rupa, sejarahlokal suatu wilayah diintegrasikan ke pada mata pelajaran IPS, dan sebagainya. 

  • Mengintegrasikan muatan lokal ke dalam tema projek penguatan profil pelajarPancasila.

Satuanpendidikan dan/atau pemerintah wilayah bisa mengintegrasikan muatan lokal kedalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila. Sebagai model, projekterkait menggunakan tema wirausaha dilakukan dengan mengeksplorasi potensi kerajinanlokal, projek dengan tema perubahan iklim dikaitkan dengan gosip-informasi lingkungandi wilayah tadi, & sebagainya.

  • Mengembangkan mata pelajaran spesifik muatan lokal yang berdiri sendiri sebagaibagian dari acara intrakurikuler.

Satuanpendidikan &/atau pemerintah wilayah bisa membuatkan mata pelajaran khususmuatan lokal yang berdiri sendiri sebagai bagian menurut program intrakurikuler. Sebagaicontoh, mata pelajaran bahasa & budaya wilayah, kemaritiman, kepariwisataan,& sebagainya sesuai dengan potensi masing-masing wilayah. Dalam hal satuanpendidikan membuka mata pelajaran spesifik muatan lokal, beban belajarnya maksimum72 (tujuh puluh dua) JP per tahun atau 2 (dua) JP per minggu.