Kurikulum Merdeka Dilengkapi Proyek Pelajar Pancasila, Tidak Terdapat Penambahan Jam Pelajaran

Dalam Kurikulum Merdeka yg disiapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), terdapat 3 struktur penerapan pembelajaran. Salah satunya adalah proyek penguatan profil pelajar Pancasila.
Kurikulum Merdeka adalah bagian berdasarkan Sekolah Penggerak yg anggaran penerapannya tertuang pada Keputusan Mendikbud Ristek Nomor 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak.

Kurikulum Merdeka

Mendikbud Ristek Nadiem Makarim berkata Kurikulum Merdeka adalah pengganti nama berdasarkan Kurikulum Prototipe yg telah sempat dijalankan di sejumlah sekolah.
“Kami menaruh fleksibilitas, Kurikulum Merdeka ini sudah kita tes pada 2.500 sekolah penggerak, namanya dulu Kurikulum Prototipe,” ujar Nadiem saat meluncurkan Kurikulum Merdeka, Jumat (11/2/2022).
Nadiem mengungkapkan, kurikulum ini telah mulai digunakan mulai tahun ajaran 2022/2023 di jenjang Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah pertama, sampai SMA.
Sekolah mampu melaksanakan kurikulum baru ini secara sedikit demi sedikit sinkron menggunakan kesiapan masing-masing.
Mengutip menurut “Buku Saku Tanya Jawab Kurikulum Merdeka” yang dikeluarkan Kemendikbud Ristek, Sabtu (12/2/2022), struktur kurikulum ini terbagi sebagai tiga.
Kurikulum Merdeka terdiri berdasarkan aktivitas intrakurikuler, proyek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler.
“Untuk siswa sampai dalam kompetensi & karakter yang masih ada dalam profil pelajar Pancasila, perlu penguatan selain pada intrakurikuler, ekstrakurikuler, & program lainnya,” jelas Kemendikbud Ristek pada “Buku Saku Tanya Jawab Kurikulum Merdeka”.
Menurut Kemendikbud Ristek, terdapat perubahan pada alokasi jam pelajaran siswa dalam Kurikulum Merdeka. Hanya saja, masih ada penyesuaian pada pengaturan mata pelajaran.
Jam pelajaran (JP) buat setiap mata pelajaran dalam Kurikulum Merdeka dialokasikan buat dua kegiatan pembelajaran, yakni pembelajaran intrakurikuler dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.
Pembelajaran intrakurikuler sendiri merupakan aktivitas primer sekolah yang dilakukan dengan memakai alokasi saat yg telah dipengaruhi dalam struktur acara.
Sementara itu, proyek penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan dengan melatih siswa buat menggali informasi nyata di lingkungan kurang lebih dan berkolaborasi buat memecahkan kasus tadi.
Kemudian pembelajaran ekstrakurikuler merupakan kegiatan non-pelajaran formal yg dilakukan siswa sekolah. Umumnya kegiatan ekstrakulikuler dilakukan pada luar jam pelajaran.
“Jadi, bila dihitung JP aktivitas belajar rutin pada kelas (intrakurikuler) saja, memang seolah-olah JP-nya berkurang dibandingkan dengan Kurikulum 2013. Namun, selisih jam pelajaran tadi dialokasikan buat proyek penguatan profil Pelajar Pancasila,” tulis Kemendikbud Ristek.
Kemendikbud Ristek menilai proyek penguatan profil Pelajar Pancasila membutuhkan alokasi waktu sendiri. Alasannya supaya pembinaan siswa buat menggali berita nyata pada lingkungan sekitar dan berkolaborasi buat memecahkan masalah tersebut dapat berjalan dengan baik.
Meski ada proyek tambahan tentang proyek penguatan profil Pelajar Pancasila, Kurikulum Merdeka tidak akan berdampak pada jam mengajar guru.
“Proyek tetap dihitung menjadi beban mengajar guru,” tegas Kemendikbud Ristek. (AFRA90)

See also  MTsN 3 Lebak Memberikan Santunan Kepada 30 Anak Yatim